Demi Transparansi, Gugus Tugas Buat Sistem 'Bersatu Lawan COVID-19'

Sutrisno Zulikifli . April 29, 2020

covid hari ini

Menteri Kominfo, Johnny G Plate. Foto: covid19.go.id


Teknologi.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meluncurkan sistem integrasi data bernama Bersatu Lawan COVID-19 pada Rabu (29/4/2020). Sistem integrasi data ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo perihal keterbukaan informasi.

Sistem ini merupakan hasil upaya kolaborasi lintas sektor yang dikoordinasi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Sistem ini tercipta atas kerja sama antara Tim Pakar Gugus Tugas, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara, dan Komisi Informasi Pusat.

BACA JUGA: Aplikasi PeduliLindungi Diterpa Isu Keamanan Pengguna, Ini Kata Kominfo

Menteri Kominfo, Johnny G Plate mengatakan, ada dua fungsi utama dari sistem Bersatu Lawan COVID-19. Pertama, fungsi integrasi dan konsolidasi data seperti data kesehatan, kependudukan, logistik, dan data lainnya.

"Data tersebut dihimpun dari 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, kementerian, lembaga terkait dan platform digital. Data yang terintegrasi sangat penting sebagai basis pengambilan kebijakan yang akurat, terukur dan efektif," kata Johnny saat menggelar konferensi pers di kantor BNPB, pada Rabu (29/4/2020).

Kedua, sistem ini bisa dicek oleh publik lewat portal covid19.go.id. Portal tersebut kini telah dikembangkan agar data terintegrasi dapat diakses publik dengan visual lebih detail.

Sistem ini mampu memantau data sebaran kasus positif, pasien positif yang sembuh dan meninggal, orang dalam pemantauan (ODP), serta pasien dalam pengawasan (PDP).

Selain itu, sistem dapat melihat gambaran kasus secara detail serta dapat digunakan untuk menganalisis kebutuhan logistik RS dan laboratorium dalam penanganan COVID – 19, untuk dijadikan landasan dalam pembuatan kebijakan ke depannya.

BACA JUGA: Operator Seluler Ternyata Sumbang Rp 1,9 Triliun Selama Wabah COVID-19 di Indonesia

Saat peluncuran BLC, Doni menjelaskan bahwa sistem ini menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat di tengah krisis COVID – 19. Masyarakat dapat memantau peta sebaran kasus positif COVID – 19 secara nasional maupun per provinsi. Sebaran kasus tersebut dapat dilihat berdasarkan waktu sehingga masyarakat dapat melihat juga riwayat sebaran kasus mulai dari awal hingga kini.

"Saya sangat mengharapkan partisipasi dari pengelola data COVID-19 baik di pusat maupun daerah untuk dapat memanfaatkan sistem data integrasi nasional Bersatu Lawan COVID-19. Saya yakin bahwa integrasi dan keterbukaan data akan memberi manfaat signifikan memutus mata rantai penyebaran COVID-19," pungkas Johnny.

(sz)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar