Mark Zuckerberg Akan Mundur Dari CEO Facebook?

Muhammad Iqbal Mawardi . November 09, 2021

Foto: Wallpaper Cave

Teknologi.id - CEO Facebook (Meta) Mark Zuckerberg mendapat tekanan untuk mundur sebagai pimpinan Facebook. Hal tersebut dikatakan oleh eks karyawan Facebook yang membocorkan dokumen internal perusahaan, Frances Haugen.

Namun, Zuckerberg memiliki kekuatan di sisi internal. Padahal, Haugen mengatakan bahwa seharusnya pemegang saham memiliki kekuatan lebih untuk menentukan siapa yang akan menjadi CEO.

Ia mengatakan bahwa Facebook akan menjadi lebih kuat bila dipimpin oleh orang baru. Seorang CEO yang memiliki kesadaran atas keamanan dan keselamatan akan penggunanya tentu akan menjadikan Facebook lebih kuat.

"Saya pikir Facebook akan lebih kuat dengan seseorang yang mau fokus pada keselamatan," kata Haugen dilansir CNBC, Selasa (2/11/2021).

Zuckerberg dianggap memiliki kontrol kuat atas arah dari perusahaan karena struktur saham kelas ganda Facebook. Ini membuat Zuckerberg memiliki mayoritas saham suara dan membuat hampir tidak mungkin bagi dewan atau pemegang saham lainnya memaksa ia untuk keluar. Ia dianggap tak pernah memberi sinyal bahwa ia berniat untuk pergi dari Facebook dalam waktu dekat.

Baca juga: Meta Bakal Buka Toko Fisik, Mau Jual Apa, ya?

Haugen telah berkali-kali mengatakan bahwa ia membocorkan dokumen internal Facebook karena ia peduli dan percaya pada Facebook dan kemampuan perusahaan untuk berubah. Haugen menegaskan harus ada orang baru yang memimpin Facebook.

"Saya pikir tidak mungkin perusahaan akan berubah jika dia tetap menjadi CEO. Dan saya berharap dia dapat melihat bahwa ada begitu banyak hal baik yang dapat dia lakukan di dunia dan mungkin ini adalah kesempatan bagi orang lain untuk mengambil kendali," ucap Haugen.

Haugen juga membahas perubahan nama perusahaan dari Facebook menjadi Meta. Haugen mengatakan langkah tersebut tak masuk akal, khususnya dalam fitur permainan terbaru di Facebook.

Pasalnya, saat Facebook seharusnya melakukan evaluasi dan perbaikan pada keselamatan dan keamanan platform media sosial, saat ini Facebook justru merekrut 10 ribu insinyur untuk pengembangan game.

"Alih-alih berinvestasi untuk memastikan bahwa platform kami memiliki tingkat keamanan minimal, mereka akan merekrut 10 ribu insinyur dalam video game dan saya tidak dapat membayangkan bagaimana ini masuk akal," papar Haugen.

(MIM)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar