Facebook Papers, Skandal yang Seret Nama Mark Zuckerberg

Nadine Azahra Prasetyo . November 01, 2021

Foto: makeuseof

Teknologi.id - Sebuah laporan terbaru yang diberi tajuk ‘Facebook Papers’ menunjukkan bahwa sebuah skandal tengah terjadi di Facebook. Bahkan, selain media sosial Facebook sendiri yang dinilai bermasalah, pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, turut terlibat dalam skandal ini.

Disinyalir dari AFP, seorang mantan karyawan Facebook yang bernama Frances Haugen, membocorkan banyak studi internal yang menunjukkan kesengajaan Facebook dalam membiarkan ujaran kebencian yang dilontarkan dalam platformnya.

Dikatakan bahwa para petinggi Facebook mengetahui potensi berbahaya dari adanya akun-akun Facebook yang menyuarakan ujaran kebencian, tapi mereka membiarkannya dan tidak mengambil langkah apapun.

Baca juga: Meta Watch Hadir dengan Kamera di Bagian Poni

Haugen mencontohkan pernyataan Zuckerberg yang disampaikan di muka publik. Dokumen yang disampaikan oleh Haugen menunjukkan bahwa pernyataan Zuckerberg seringkali berlawanan dengan dokumen internal perusahaan. 

Contohnya adalah, tahun lalu, Zuckerberg mengatakan bahwa Facebook telah menghapus 94% dari ujaran kebencian yang ada di Facebook, bahkan sebelum pengguna melaporkan ujaran tersebut.

Namun, dalam dokumen internal, ditemukan bahwa Facebook hanya menghapus kurang dari 5% ujaran kebencian di platform media sosial tersebut. 

User Engagement

Zuckerberg juga turut mengatakan bahwa Facebook tidak didesain untuk membujuk orang untuk menggunakan media sosial tersebut lebih lama. Namun, belasan dokumen membuktikan hal sebaliknya.

Facebook terus-terusan mempelajari mengenai beberapa perubahan kebijakan yang dapat mempengaruhi user engagement dan faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan profit perusahaan.

Di tengah-tengah usaha untuk menaikkan user engagement ini, Facebook lalai dalam usahanya untuk mengurangi adanya hoax dan radikalisasi yang bertebaran dalam platformnya.

Facebook dikecam

Hal ini mendapatkan kecaman dari berbagai pihak, seperti Senator Amerika Serikat bernama Richard Blumenthal yang juga merupakan seorang kritikus teknologi. Blumenthal mengatakan bahwa Facebook telah mengalami krisis moral. 

“Dokumen-dokumen ini menekankan bahwa kepemimpinan Facebook telah mengabaikan alarm internal yang serius, dan memilih untuk menempatkan keuntungan di atas penggunanya,” ujar Blumenthal. 

Baca juga: Perubahan Facebook ke Meta Bakal Ramaikan NFT dan Kripto?

Sementara itu, Facebook sendiri menyangkal hal ini. Mark Zuckerberg mengatakan bahwa laporan tersebut tidak benar, dan menempatkan publik dalam persepsi yang salah. 

“Kritik dengan itikad yang baik akan membantu kami untuk menjadi lebih baik, tetapi apa yang kami lihat adalah upaya untuk menggunakan dokumen yang bocor secara selektif, untuk melukiskan gambaran yang palsu mengenai perusahaan kami,” bela Zuckerberg.

Bagaimana pendapatmu mengenai skandal ini?

(NAP)

author0
teknologi id bookmark icon

Tinggalkan Komentar

0 Komentar